
"Aku akrab dengan dia..."
Kalimat pertamaku yang menandakan aku menyukaimu. Tapi aku tak pernah berani berkata, arti dari kalimatku. Aku takut, padamu dan pada teman juga sahabatku. Gengsiku akan turun di mata mereka... Tetapi yang terutama, di matamu. Karena kau selalu mengira kau tak pantas untuk bersamaku. Tetapi, aku jujur mengatakannya dari lubuk hatiku yang terdalam. Kau tak tahu, betapa berartinya kamu untukku.
Tahun-tahun berlalu, kita pun berpisah sekolah. Aku masih ingin tahu, perasaanku ini akan terbalas atau tidak. Datang jawaban dari dirimu, walau tidak secara langsung. Kamu menitip salam!!! Sesuatu yang dari dulu kutunggu-tunggu. Namun ternyata.... Itu adalah salam darimu untuk pertama kalinya dan terakhir. Kau dan aku sering bertemu kemudian. Tetapi, teman-temanmu menantangmu agar kau punya seorang pacar. Karena kau tahu aku tidak akan mau menjadi pacar siapa pun kecuali dewasa nanti, kamu memacari gadis biasa... Yang membuat semua orang terkejut! Tak disangka oleh siapa pun termasuk diriku. Dalam hatiku, aku kecewa. Bukan karena kamu punya pacar, tetapi karena gadis yang kaupilih.
Aku hancur untuk pertama kalinya. Dari dulu kuusahakan tegar. Tapi kenapa? Kamu tak pernah sadar artimu dan semua pilihanmu bagiku? Aku tahu kamu marah saat kutanya padamu masalahmu. Masalah yang sekarang ini membuatmu putus dengannya... Akhirnya, kamu tahu juga bahwa apapun itu, asalkan itu menyangkut dirimu, itu pasti sangat penting bagiku. Entah kenapa, aku masih memendam perasaan ini, meski tak sekuat dahulu. Meski kini semangatku terkulai. Meski aku hanya bisa menahan emosiku. Namun, aku tetap tersenyum saat memandang dan mengingat semua tentang kamu....
Kalimat pertamaku yang menandakan aku menyukaimu. Tapi aku tak pernah berani berkata, arti dari kalimatku. Aku takut, padamu dan pada teman juga sahabatku. Gengsiku akan turun di mata mereka... Tetapi yang terutama, di matamu. Karena kau selalu mengira kau tak pantas untuk bersamaku. Tetapi, aku jujur mengatakannya dari lubuk hatiku yang terdalam. Kau tak tahu, betapa berartinya kamu untukku.
Tahun-tahun berlalu, kita pun berpisah sekolah. Aku masih ingin tahu, perasaanku ini akan terbalas atau tidak. Datang jawaban dari dirimu, walau tidak secara langsung. Kamu menitip salam!!! Sesuatu yang dari dulu kutunggu-tunggu. Namun ternyata.... Itu adalah salam darimu untuk pertama kalinya dan terakhir. Kau dan aku sering bertemu kemudian. Tetapi, teman-temanmu menantangmu agar kau punya seorang pacar. Karena kau tahu aku tidak akan mau menjadi pacar siapa pun kecuali dewasa nanti, kamu memacari gadis biasa... Yang membuat semua orang terkejut! Tak disangka oleh siapa pun termasuk diriku. Dalam hatiku, aku kecewa. Bukan karena kamu punya pacar, tetapi karena gadis yang kaupilih.
Aku hancur untuk pertama kalinya. Dari dulu kuusahakan tegar. Tapi kenapa? Kamu tak pernah sadar artimu dan semua pilihanmu bagiku? Aku tahu kamu marah saat kutanya padamu masalahmu. Masalah yang sekarang ini membuatmu putus dengannya... Akhirnya, kamu tahu juga bahwa apapun itu, asalkan itu menyangkut dirimu, itu pasti sangat penting bagiku. Entah kenapa, aku masih memendam perasaan ini, meski tak sekuat dahulu. Meski kini semangatku terkulai. Meski aku hanya bisa menahan emosiku. Namun, aku tetap tersenyum saat memandang dan mengingat semua tentang kamu....
No comments:
Post a Comment